Paragraf Eksposisi

  1. Pendekatan

Dalam sebuah eksperimen tentang manusia, peneliti pada eksperimen tersebut tentunya membutuhkan seseorang untuk menjadi objek yang diteliti pada eksperimennya. Dan pastinya seringkali terjadi sebuah hambatan antara peneliti dengan objek yang diteliti. Hal yang dilakukan oleh seorang peneliti dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan pendekatan yaitu suatu ancangan atau  antar usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, dan ini merupakan metode untuk mencapai pengertian tentang masalah sebuah penelitian tersebut.2.

2. Psikoanalisa

Psikoanalisa merupakan satu sistem ilmu yang mempelajari tentang psikis yang diarahkan pada pemahaman,penyembuhan & pencegahan penyakit mental. Tokohnya adalah Sigmun Freud (1856-1939) Neurolog Wina. Freud menyebutnya dengan “sistem dinamis dari psikologi” mencari akar tingkah laku manusia dalam motivasi & konflik yang tidak disadari. Psikoanalisa lebih menekankan pada masalah seksual/libido (Oedipus Complex, Electra Complex). Konsep tentang manusia adalah manusia pada dasarnya jahat, ingin menang sendiri, berusaha untuk memuaskan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.

3. Tipologi

Tipologi merupakan salah satu studi yang terkait dalam ilmu psikologi. Studi ini dalam penggolongan terhadap klasifikasi manusia lebih melihat ke watak individunya. Jadi tipologi dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu watak tentang bagian manusia dalam golongan-golongan menurut corak wataknya masing-masing yang sesuai dengan pengukuran yang di buat. Ilmu ini juga yang mempelajari kesamaan sintaksis dan morfologi bahasa-bahasa tanpa mempertimbangkan sejarah bahasa yang ada karena itu hanya di klasifikasikan dalam beberapa rumpun.

4. Ekspresi

Manusia pada umumnya menanggapi sebuah stimulus atau rangsangan dari luar maupun dalam tubuhnya yaitu melalui proses di otak dan akan terjadinya sebuah respon yang positif maupun negatif. Tapi itu bergantung pada ego dan superego individu itu tersebut. Respon manusia ini dapat berupa ekspresi, pada respon manusia tersebut akan terjadinya sebuah pengungkapan atau proses menyatakan yaitu memperlihatkan maksud, gagasan, perasaan terhadap stimulus yang diterima.

5. Garputala

Psikologi memiliki suatu lambang yang merupakan ciri khusus ilmu ini, yakni berbentuk garputala. Garputala berbentuk seperti huruf U dan bertangkai ditengah sebagai pegangan. Biasanya pada lambang psikologi, garputala itu sendiri memiliki warna keemasan, dan berpadu latar belakangnya dengan warna ungu.

6. Eksperimen

Terjadinya perselisihan pendapat antara para-para ahli mengenai suatu teori merupakan hal yang biasa, justru dari perbedaan pendapat ini peneliti menemukan persepsi baru. Tapi dalam penanggulangannya mengenai peselisihan pendapat para ahli ini dilakukannya sebuah eksperimen bersama yaitu percobaan yang bersistem dan berencana. Ini  tujuannya untuk membuktikan kebenaran suatu teori sehingga perselisihan ini dapat diatasi.

7. Absolut

Pastinya anda mengetahui tentang pemerintahan suatu Negara yang menganut sistem kerajaan. Tentu saja yang menjadi pemimpin di Negara tersebut adalah seorang raja. Raja pada umumnya bersifat absolute. Penjelasan tentang absolute yakni pertama, tidak terbatas artinya mutlak bahwa raja itu mempunyai kekuasaan. Kedua, sepenuhnya artinya bahwa sistem pada Negara itu raja yang mengatur tanpa ada batasan apapun. Ketiga, tanpa syarat artinya apapun keputusan raja tidak menggunakan syarat apapun, hanya menurut sudut pandang raja. Keempat, tidak dapat diragukan lagi artinya semua perintah raja mutlak adanya, dan tidak bisa diganggu gugat lagi.

8. Psikometri

Hubungan Psikometri dalam Psikologi adalah  teori dan teknik pengukuran inteligensi dan aktivitas mental diri sendiri dan orang lain. Ini membantu kita dalam memahami diri sendiri. Kita dapat mengukur dan mempelajari diri sendiri secara akurat dan andal. Salah satu bentuk tes psikometri adalah tes kemampuan. Dikenal juga dengan nama (ability atau aptitude test). Tes ini memberikan informasi mengenai potensi seseorang.

9. Variabel

Dalam suatu penelitian pasti terdapat variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas merupakan variabel yang direkayasa/dimanipulasi untuk melihat pengaruhnya terhadap variabel lain. Variabel ini juga meramalkan/yang diduga sebagai penyebab munculnya variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang menjadi sasaran dari rekayasa/mempopulasi dari variabel bebas. Dilihat sebagai indicator pengaruh variabel terikat merupakan variabel yang diramalkan, variabel yang dipengaruhi variabel bebas, dan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat.

10. Analisis

Tahapan yang terjadi dalam logika penelitian salah satunya adalah analisis data. Analisis dalam suatu penelitian perlu dilakukan untuk meneliti data-data yang telah ada. Lebih spesifik lagi gunanya adalah untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan, penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya, dan pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.

11. Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda dalam mencapai tujuannya.Motivasi terbagi menjadi dua jenis yang berbeda yaitu, motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Motivasi Intristik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri siswa/orang itu sendiri. Motivasi Ekstrinsik adalah dorongan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Namun dorongan tersebut datang dari luar individu yang bersangkutan. Jadi orang itu dirangsang dari luar.

12. Kepribadian

Kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.Hal ini menjadikan manusia itu unik karena memiliki kepribdian yang berbeda-beda.Dan cenderung melakukan perilaku yang sesuai dengan kepribadian mereka masing-masing.

13. Potensi

Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut. Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap. Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan. Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.

14. Stress

Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami stress yaitu, faktor lingkungan, faktor organisasi, dan faktor pribadi. Serta banyak akibat juga yang ditimbulkan apabila seseorang mengalami stress. Akibat stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.

15. Jiwa

Penggunaan istilah jiwa dan roh seringkali sama, meskipun kata yang pertama lebih sering berhubungan dengan keduniaan dibandingkan kata yang kedua. Jiwa dan psyche bisa juga digunakan secara sinonimous, meskipun psyche lebih berkonotasi fisik, sedangkan jiwa berhubungan dekat dengan metafisik dan agama. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata jiwa memiliki arti roh manusia (yang ada di di tubuh dan menyebabkan seseorang hidup atau nyawa. Jiwa juga diartikan sebagai seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya). Jiwa manusia, sebenarnya berbeda dengan jiwa makhluk yang lain seperti binatang, pohon, dan sebagainya. Jiwa manusia bagaikan alam semesta, atau alam semesta itu sendiri,yang tersembunyi di dalam tubuh manusia.dan trus bergerak dan berotasi.

16. Mental

Setiap orang memiliki mental yang berbeda-beda. Kondisi mental seseorang bisa memempengaruhi seseorang dalam berfikir dan berperilaku.Dalam psikologi menurut pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang dating.

17. Perilaku

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adatsikapemosinilaietikakekuasaanpersuasi, dan genetika. Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Dalam psikologi perilaku seseorang bisa terwujud sesuai dengan stimulus atau dorongan yang menyebabkan orang tersebut melakukan suatu bentuk tindakan yang disebut sebagai perilaku.

18. Emosi

Emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage (kemarahan), Love (cinta).

19. Karakteristik

Karakteristik itu adalah suatu sifat yang khas, yang melekat pada seseorang atau suatu objek. Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda yang membedakannya dengan yang lain.Karakteristik seseorang dipengeruhi oleh kepribadiannya. Karakteristik seseorang juga dapat terlihat dari bagaimana dia berperilaku. Apakah dia seorang yang malas, pemarah atau periang. Hal itu sangat jelas terlihat dari interaksi yang dilakukan individu itu dengan individu lainnya.

20. Sikap

Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap mempunyai tiga komponen utama: kesadaran, perasaan, dan perilaku. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sikap memprediksi perilaku masa depan secara signifikan dan memperkuat keyakinan semula dari Festinger bahwa hubungan tersebut bisa ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel-variabel pengaitKeyakinan bahwa “Diskriminasi itu salah” merupakan sebuah pernyataan evaluatif. Opini semacam ini adalah komponen kognitif dari sikap yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap -komponen afektifnya.

21. Pseudosains

Istilah pseudosains atau pseudoscience muncul pertama kali pada tahun 1843 yang merupakan kombinasi dari akar Bahasa Yunani pseudo, yang berarti palsu atau semu, serta Bahasa Latin scientia, yang berarti pengetahuan. Pseudosains dapat diartikan sebagai ilmu semu atau lebih jelasnya pseudosains adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tapi tidak mengikuti metode ilmiah. Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan ilmiah yang umum. Pseudosains (Pseudoscience) adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu bidang yang menyerupai ilmu pengetahuan namun sebenarnya bukan merupakan ilmu pengetahuan. Istilah tersebut memiliki konotasi negatif, karena suatu subjek yang mendapat label semacam itu digambarkan sebagai suatu yang tidak akurat atau tidak bisa dipercaya sebagai ilmu pengetahuan. Sesuatu yang menyerupai ilmu pengetahuan ini tidak valid dan memiliki banyak kekurangan, tidak rasional dan cenderung dogmatis. Dengan kata lain ilmu-palsu. Ilmu palsu ini bisa bermacam-macam, contoh paling mudah adalah Astrologi dan Alkemi. Pada masa dahulu mungkin kedua bidang ilmu ini dianggap bagian dari ilmu pengetahuan. Sayangnya kedua ilmu ini sulit berkembang, juga banyak keraguan dalam metodenya. Pseudosains juga menyangkut sesuatu yang berpura-pura sebagai ilmu pengetahuan padahal tidak. Seperti misalnya penelitian fenomena supranatural, ufo dan sejenisnya namun tidak menyuguhkan metodologi yang valid.

22.Abnormal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), abnormal di definisikan sebagai keadaan yang tidak sesuai dengan keadaan yg biasa; mempunyai kelainan; atau tidak normal. Ada salah satu cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang keabnormalan, yaitu psikologi abnormal. Dalam pandangan psikologi, untuk menjelaskan apakah seorang individu menunjukkan perilaku abnormal dapat dilihat dari tiga criteria, yaitu kriteria statistika, kriteria norma dan kriteria patologis. Dalam segi kriteria statistik, seorang individu dikatakan berperilaku abnormal apabila menunjukkan karakteristik perilaku yang yang tidak lazim alias menyimpang secara signifikan dari rata-rata. Dilihat dalam kurva distribusi normal (kurva Bell), jika seorang individu yang menunjukkan karakteristik perilaku berada pada wilayah ekstrem kiri (-) maupun kanan (+), melampaui nilai dua simpangan baku, bisa digolongkan ke dalam perilaku abnormal. Sedangkan dalam kriteria norma, perilaku individu banyak ditentukan oleh norma-norma yang berlaku di masyarakat, ekspektasi kultural tentang benar-salah suatu tindakan, yang bersumber dari ajaran agama maupun kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat , misalkan dalam berpakaian, berbicara, bergaul, dan berbagai kehidupan lainnya. Apabila seorang individu kerapkali menunjukkan perilaku yang melanggar terhadap aturan tak tertulis ini bisa dianggap sebagai bentuk perilaku abnormal. Kemudian yang ketiga adalah dilihat dari kriteria patologis, dimana seorang individu dikatakan berperilaku abnormal apabila berdasarkan pertimbangan dan pemeriksaan psikologis dari ahli menunjukkan adanya kelainan atau gangguan mental (mental disorder), seperti: psikopat, psikotik, skizoprenia, psikoneurotik dan berbagai bentuk kelainan psikologis lainnya.

23. Neurologi

Neurologi adalah cabang dari ilmu kedokteran yang khusus mempelajari struktur dan fungsi syaraf, serta diagnosis dan penyembuhan gangguan system syaraf. Dokter yang mengkhususkan dirinya pada bidang neurologi disebut neurolog dan memiliki kemampuan untuk mendiagnosis, merawat, dan memanejemen pasien dan kelainan saraf. Kebanyakan para neurolog dilatih untuk menangani pasien dewasa. Untuk anak-anak dilakukan oleh neurolog pediatrik, yang merupakan cabang dari pediatri atau ilmu kesehatan anak. Para neurolog menangani kelainan pada sistem saraf, termasuk pada sistem saraf pusat yang meliputi otakbatang otak, dan otak kecilsistem saraf tepi misalnya saraf otak, dan sistem saraf otonom. Neurolog juga dapat mendiagnosa dan memeriksa beberapa kasus pada sistem otot dan tulang atau muskuloskeletal. Neurologi juga diperlukan dalam psikologi abnormal karena terjadinya kelainan jiwa dapat disebabkan oleh kelainan pada sistem syaraf.

24. Psikis

Psikis adalah segala hal yang berhubungan dengan psike. Psike sendiri memiliki arti jiwa, sukma atau rohanis. Dalam psikologi, psikis menjadi bahan pembelajaran utama karena psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku sebagai bentuk manifestasi dari ekspresi psikis. Kondisi psikis seseorang akan ikut berperan terhadap tingkah laku yang ditimbulkan oleh seseorang. Peran psikis tidak jauh berbeda dengan peran batin dalam menentukan perilaku individu. Yang mana apabila kondisi psikis seseorang sedak baik, maka perilaku yang ditimbulkan jug akan positif, dan sebaliknya apabila kondisi psikis seseorang tidak baik maka perilaku yang ditimbulkannya pun akan cenderung negatif.

25. Kognitif

Kognitif adalah sesuatu yang berhubungan dengan kognisi atau melibatkan kognisi. Koginitif juga berdasar pada pengetahuan yang emipris. Ada salah satu cabang ilmu psikologi yang pembelajaran nya berpusat pada kognisi manusia, yaitu psikologi kognitif. Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi.

26. Kinestetik

Apakah anda senang belajar sambil bermain? Atau menghafal suatu “definisi” sambil berjalan atau bahkan meloncat? Kalau tidak, mungkin teman anda?

Kalau Anda menikmati kebiasaan seperti itu, jangan berkecil hati jika ada keluarga anda atau guru Anda menegur atau mencap anda sebagai kurang disiplin dan kurang tertib. Anda adalah orang yang memiliki kecenderungan gaya kinestetik dalam menyerap informasi.

Orang yang kinestetik memiliki suatu kecenderungan memproses informasi melalui tangan dan kaki atau indra peraba. Mereka belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh. Mungkin mereka suka acting? Beberapa ciri dari orang kinestetik adalah berbicara dengan perlahan, menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka, berdiri dekat ketika berbicara dengan orang, selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca, banyak menggunakan isyarat tubuh, tidak dapat duduk diam untuk waktu lama, dan lain sebagainya.

27. Batin

Dalam Kamus Besar Bahasai Indonesia (KBBI), batin merupakan sesuatu yg terdapat di dalam hati atau sesuatu yag menyangkut jiwa dan perasaan hati. Keadaan batin seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku yang dihasilkan oleh seorang individu. Individu yang keadaan batinnya sedang baik, maka perilaku yang akan ditimbulkan adalah perilaku yang positif, atau sebalikya apabila kondisi batin seseorang sedang tidak baik,  maka perilaku yang akan ditimbulkan pun cendering perilaku yang negatif. Perilaku yang ditimbulkan itu semua merupakan bentuk manifestasi dari kondisi dan keadaan batin seseorang.

28. Memori

Memori atau ingatan adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan banyak dipelajari dalam psikologi kognitif dan ilmu saraf. Ada banyak klasifikasi ingatan berdasarkan durasi, alam, dan pengambilan sesuatu yang diinginkan. Pada dasarnya ingatan dapat dibagi pada dua kategori yaitu ingatan eksplisit dan implisit. Ingatan eksplisit meliputi penginderaansemantikepisodiknaratif, dan ingatan otobiografi. Semantik adalah ilmu tentang makna kata dan kalimat atau pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata. Kegunaan dari ingatan eksplisit adalah untuk informasi sosial dan identitas, penggambaran otobiografi, aturan sosial, norma, harapan. Ingatan implisit meliputi penginderaan, emosiingatan proseduralpengkondisian rangsang – respon. Kegunaan dari ingatan implisit adalah tempat skema kelekatantransference, dan super ego. Ada beberapa tahapan utama dalam pembentuk dan pengambilan ingatan, yaitu encoding,penyimpanan dan proses dan pengambilan. Encoding adalah proses dan penggabungan informasi yang diterima. Penyimpanan adalah penciptaan catatan permanen dari informasi yang telah di-encode. Sedangkan pengambilan merupakan proses memanggil kembali informasi yang telah disimpan untuk digunakan dalam suatu proses atau aktivitas.

29. Behavior

Behavior merupakan bahasa Inggris yang dalam arti Bahasa Indonesianya adalah perilaku. Ada salah satu pendekatan dalam psikologi yang mempelajari individu dengan cara mengamati perilakunya yang dikenal dengan Pendekatan Behavioral atau Pendekatan Perilaku. Teori dari pendekatan perilaku ini adalah S-R atau Stimulus-Respon. Karena perilaku yang ditimbulkan manusia ditentukan oleh stimulus yang mengenai individu.

30. Sentimen

Sentimen merupakan pendapat atau pandangan yang didasarkan pada perasaan yang berlebih-lebihan terhadap sesuatu atau merupakan emosi yang berlebih-lebihan. Apabila ada seseorang atau kelompok tertentu yang dalam pengambilan sebuah keputusan distertai dengan rasa sentimen, maka keputusan yang dihasilkan akan tidak adil untuk pihak atau kelompok lainnya. Sentimen juga termasuk kedalam penyakit hati, dimana sentiment dapat ditimbulka dari rasa iri hati, dendam atau tidak senang terhadap sesuatu.

31. INTROVERT

Introvert  adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain. Orang seperti ini biasanya sangat suka menghabiskan waktunya untuk duduk di depan komputer untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan, atau mengunci kamarnya dan tidak menghiraukan orang yang berada disekitarnya meskipun ia tidak dalam keadaan sibuk. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan. Ia tidak ingin menyusahkan dan disusahkan orang lain.

 

32. EKSTROVERT

Ekstrovert   adalah kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, serta tindakannya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan. yang khas dari ekstrovert adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya. Seorang ekstrovert akan senang berkomunikasi, ngobrol, berbasa-basi dengan orang banyak tanpa ada informasi yang memang perlu untuk dikomunikasian. Untuk seorang ekstrovert, bahasa adalah alat untuk bersosialisasi.

 

33. RANGSANGAN

Rangsang atau stimulus adalah istilah yang digunakan oleh psikologi untuk menjelaskan suatu hal yang merangsang terjadinya respon tertentu. Rangsang merupakan informasi yang dapat diindera oleh panca indera.dalam ilmu psikologi terdapat sebuah teori, yaitu teori Behaviorisme menggunakan istilah rangsang yang dipasangkan dengan respon dalam menjelaskan proses terbentuknya tingkah laku . Rangsang adalah suatu hal yang datang dari lingkungan yang dapat menyebabkan respon tertentu pada tingkah laku. Jika rangsang dan respon dipasangkan atau dikondisikan maka akan membentuk tingkah laku baru terhadap rangsang yang dikondisikan.

 

 

34. RESPON

Respon adalah istilah yang digunakan oleh psikologi untuk menamakan reaksi terhadap rangsang yang diterima oleh panca indera. Respon biasanya diujudkan dalam bentuk perilaku yang dimunculkan setelah dilakukan perangsangan.  Effek respon terhadap tubuh dapat menguntungkan dapat juga merugikan. Respon yang terjadi secara otomatis, di bawah sadar (involutary) seperti reflex-reflex, reaksi fisika-kimia dalam tubuh, dan untuk taraf tertentu tak dapat dikendalikan. Respon yang terjadi secara sadar (voluntary), yakni respon yang dilakukan atas kendali otak manusia. Respon kombinasi antara respon sadar dan respon tak sadar. Respon manusia terhadap stimuli  terjadi karena manusia ingin mem-pertahankan keadaan badannya supaya tetap normal. Respon tersebut dilakukan oleh perangkat yang bekerja sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Perangkat tersebut terdiri atas perangkat alamiah (natural) dan perangkat budaya (kultural).

 

35. INTERAKSI

Interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek memengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab akibat. Kombinasi dari interaksi-interaksi sederhana dapat menuntun pada suatu fenomena baru yang mengejutkan. Dalam berbagai bidang ilmu, interaksi memiliki makna yang berbeda. Syarat terjadinya interaksi terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Jika proses interaksi tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

 

36. PERASAAN

Perasaan memiliki beberapa definisi yang mungkin. Dalam psikologi kata ini sering diartikan untuk pengalaman subjektif sadar mengenai emosi Banyak sekolah psikoterapi yang bergantung pada terapis memperoleh sejenis kesepahaman perasaan klien, dimana metodologi berlaku. Beberapa teori hubungan antarpribadi juga memiliki peran dalam perasaan berbagi atau kesepahaman satu sama lain. Persepsi dunia fisik tidak menghasilkan dalam reaksi universal di antara penerimanya, tapi bergantung pada keinginan seseorang untuk menangani situasi, bagaimana situasi ini berhubungan dengan pengalaman masa lalu penerima, dan sejumlah faktor lain. Perasaan juga dikenal sebagai keadaan sadar, seperti yang dihasilkan dari emosi, sentimen atau keinginan. Perasaan dapat diartikan berbeda dengan emosi dalam pengerti emosi bersifat universal. Sementara perasaan adalah respon yang dipelajari tentang sebuah keadaan emosi di lingkungan atau kebudayaan tertentu.

 

 

37. PSIKOPAT

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan  seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuhpemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

 

38. NEUROBIOLOGIS

Neurobiologis adalah Tingkah laku manusia bersifat  mekanis dan hanya merespon proses kerja dari sistem syaraf yang berpusat di otak. Pendektan biologis untuk mempelajari manusia dan spesies lain berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan terhadap peristiwa listrik dan kimiawi yang terjadi di dalam tubuh, terutama di delam otak dan sistem saraf. Tingkah Laku merupakan refleks-refleks yang berasal dari pemrosesan informasi oleh otak.

39. SIFAT

Traits (sifat) adalah  respons yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli (rangsangan) yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama. Sifat tidak sama dengan kepribadian, watak, temprament , karakter, ciri, dan kebiasaan. Biasanya banyak dari manusia yang tidak bisa merubah sifatnya dengan mudah, yang dikarenakan sifat suah melekat lama di dalam tubuh manusia ( individu ) tersebut.

40. REAKSI

Reaksi adalah akibat dari rangsangan atau stimulus. Misalnya, di dalam tubuh terdapat terlalu banyak hormon thyroid, maka metabolisme tubuh akan terjadi secara herlebihan. Tubuh akan berkeringat, terasa sering lapar, tekanan darah meninggi, dan seterusnya. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi, gula ini tidak dapat disimpan sebagai glikogen, maka tubuh merasa sering lapar, banyak gula harus dikeluarkan melalui urine. Oleh karenanya rasa haus menjadi-jadi, dan selanjutnya. Reaksi-reaksi biokimia yang sangat mendasar, yakni mengatur metaholisme dalam badan dan mengatur temperatur tubuh supaya keadaan badan tetap sama/normal didasari oleh reaksi-reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh dan reaksi-reaksi tersebut merupakan akibat dari stimuli yang berasalkan keadaan di dalam tubuh sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s