Paragraf Deskripsi

  1. JIWA

Jiwa telah dibicarakan para ahli sejak kurun waktu yang sangat lama. Dan persoalan nafs telah dibahas dalam kajian filsafat, psikologi dan juga ilmu tasawuf.  Teori yang memandang bahwa jiwa itu merupakan substansi yang berjenis khusus, yang dilawankan dengan substansi materi, sehingga manusia dipandang memiliki jiwa dan raga.Dalam psikologi, jiwa lebih dihubungkan dengan tingkah laku sehingga yang diselidiki oleh psikologipsikologi adalah perbuatanperbuatan yang dipandang sebagai gejalagejala dari jiwa. Teoriteori psikologi, baik psikoanalisa, Behaviorisme maupun Humanisme memandang jiwa sebagai suatu yang berada di belakang tingkah laku.

2. Mental

Mental ideologi merupakan kondisi jiwa seseorang terhadap keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin dinyatakan/diwujudkan dalam kenyataan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mental ideologi terbentuk karena adanya usaha tindakan dan kegiatan untuk membentuk dan memelihara kondisi jiwa hal-hal tertentu. Dalam hubungan waktu, tempat dan kondisi tertentu di bidangi deologi.  Proses pembentukan mental terjadi karena adanya proses mental.

3. PERILAKU

Perilaku merupakan suatu pendekatan yang mempelajari individu dengan cara mengamati perilakunya, bukan mengamati bagian dalam tubuh. Perilaku manusia ditentukan oleh stimulus yang mengenai individu. Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang (model S-R atau suatu kaitanStimulus-Respon). Tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.

4. Stress

Istilah stress secara histories telah lama digunakan untuk menjelaskan suatu tuntutan untuk beradaptasi dari seseorang, ataupun reaksi seseorang terhadap tuntutan tersebut.

Menurut H. Handoko, Stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Sedangkan berdasarkan definisi kerjanya, pengertian dari stress adalah suatu tanggapan adaptif, ditengahi oleh perbedaan individual dan atau proses psikologis, yaitu suatu konsekuensi dari setiap kegiatan ( lingkungan ), situasi atau kejadian eksternal yang membebani tuntunan psikologis atau fisik yang berlebihan terhadap seseorang.

5. PENDEKATAN

Fenomena psikologi dapat didekati dari beberapa sudut pandang (pendekatan). Masing-masing menawarkan penjelasan yang berbeda, tentang mengapa individu bertindak seperti yang mereka lakukan dan masing-masing individu memberikan konstribusi mengenai konsep manusia secara keseluruhan. Dalam Psikologi terdapan suatu pendekatan yang membahas mengenai mengapa manusia bertindak suatu perilaku.

6. EMOSI

Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Bersama dengan dua aspek lainnya, yakni kognitif (daya pikir) dan konatif (psikomotorik), emosi atau yang sering disebut aspek afektif, merupakan penentu sikap, salah satu predisposisi perilaku manusia.  Goleman  di tahun 1920, E.L. Thorndike sudah mengungkap social intelligence, yaitu kemampuan mengelola hubungan antar pribadi baik pada pria maupun wanita. Thorndike percaya bahwa kecerdasan sosial merupakan syarat penting bagi keberhasilan seseorang di berbagai aspek kehidupannya.

7. KOGNITIF

Kognitif merupakanpendekatan terhadap Reaksi terhadap sempitnya pandangan, manusia bukan penerima rangsang yang pasif tetapi aktif mengolah info yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk kategori baru. Manusia dapat berfikir, merencanakan, mengambil keputusan berdasarkan info yang diingat dan memilih dengan cermat stimulus mana yang membutuhkan perhatian yaitu mencari apa yang lebih baik/lebih aman dalam bereaksi.

8. BEHAVIOR

Behavior merupakan suatu pendekatan yang muncul akibat ketidakpuasan terhadap aliran strukturalisme (mengutamakan kajian tentang elemen-elemen dasar kesadaran manusia) & fungsionalisme (menekankan pada cara kerja mental). Pandangan teoritis yang beranggapan bahwa pokok persoalan psikologi adalah apa yang bersifat positivistik dan empiristik dalam diri manusia, yaitu tingkah laku tanpa mengaitkannya dengan konsepsi kesadaran/mentalitas.

9. Memory

Memori sebagai inscribing feeling, perasaan yang hampir tertulis, tercetak, tergores dalam jiwa manusia. Konsekuensinya adalah ketika inscribing feeling itu menulis sesuatu yang benar, maka opini dan proposisi menjadi benar menurut kita.

Memory merupakan keberadaan akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, alat di komputer yang dapat menyimpan dan merekam informasi. Memori juga berarti ingatan yang mempunyai arti lebih luas.

10. PSIKOANALISA

Psikoanalisa merupakan pendekatan yang menjelaskan kehidupan individu sebagian besar di kuasai oleh alam bawah sadar, sehingga tingkah laku banyak disadari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekankan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

11. ABNORMAL

Abnormal itu sendiri berarti perilaku yang menyimpang dari normal.di mana standar perilaku normal itu sendiri bervariasi, misalnya perbedaan kultur atau budaya, di Indonesia meludahi orang lain berarti berprilaku tidak sopan, namun di belahan dunia lain meludahi orang yang baru dating berarti menyambutnya dan sebagainya. Namun, dari pengertian tersebut, perilaku yang abnormal tidak serta merta dianggap patologis. (http://ratunisaindriasari.blogspot.com/2011/06/pengertian-psikologi-abnormal.html)

12. PSIKOMETRI

Psikometri diambil dari bahasa Yunani; Yunani>psukhe, “spirit”, soul>+metron”measure] adalah sebuah bentuk dari ekstra sensori persepsi yang dalam fisika dikatakan untuk bisa mendapatkan informasi mengenai individu melalui paranormal. Dapat diartikan dengan membuat kontak fisik dngan sebuah objek yang dimiliki oleh mereka. Dalam beberapa tahun, pengertian ini telah didekonstruksi untuk menyokong “tanda baca dari objek” untuk menghindari kebingungan laten dari konsep psikometri. (http://aroeitem.blogspot.com/2009/05/apa-sich-psikometri-kat-apa-arti.html)

13. PERCOBAAN

Percobaan atau disebut juga eksperimen adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala. Dalam penelitian ini, sebab dari suatu gejala akan diuji untuk mengetahui apakah sebab (variabel bebas) tersebut memengaruhi akibat (variabel terikat). Penelitian ini banyak digunakan untuk memperoleh pengetahuan dalam bidang ilmu alam dan psikologi sosial. (http://id.wikipedia.org/wiki/Eksperimen#)

14. ABSOLUT

Absolut, bisa diartikan menjadi mutlak, berasal dari bahasa Inggris, absolute. Dalam pemerintahan, istilah ini adalah satu ciri pemerintahan diktator, dimana pemimpinnya mempunyai kekuasaan mutlak. Istilah absolut juga digunakan dalam bidang matematika untuk menyatakan nilai absolut, yang secara sederhana berarti selalu positif. (http://id.wikipedia.org/wiki/Absolut)

15. VARIABEL

Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Menurut F.N. Kerlinger variabel sebagai sebuah konsep. Variabel merupakan konsep yang mempunyai nilai yang bermacam-macam. Suatu konsep dapat diubah menjadi suatu variabel dengan cara memusatkan pada aspek tertentu dari variabel itu sendiri. (http://id.wikipedia.org/wiki/Variabel)

16. ANALISIS

Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Bisa juga disebut mengidentifikasi suatu hal atau permasalahan. Analisis berguna dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya digunakan oleh orang yang sedang menjalani pendidikan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis)

17. NEUROLOGI

Neurologi adalah cabang dari ilmu kedokteran yang menangani kelainan pada sistem saraf. Dokter yang mengkhususkan dirinya pada bidang neurologi disebut neurolog dan memiliki kemampuan untuk mendiagnosis, merawat, dan memanejemen pasien dan kelainan saraf. Kebanyakan para neurolog dilatih untuk menangani pasien dewasa. Untuk anak-anak dilakukan oleh neurolog pediatrik, yang merupakan cabang dari pediatri atau ilmu kesehatan anak. Di Indonesia, dokter dengan spesialisasi neurologi diberi gelar Sp.S. atau Spesialis Saraf. (http://id.wikipedia.org/wiki/Neurologi)

18. RESPON

Respon adalah istilah yang digunakan oleh psikologi untuk menamakan reaksi terhadap rangsang yang diterima oleh panca indera. Respon biasanya diujudkan dalam bentuk perilaku yang dimunculkan setelah dilakukan perangsangan. Teori Behaviorisme menggunakan istilah respon yang dipasangkan dengan rangsang dalam menjelaskan proses terbentuknya perilaku. Respon adalah perilaku yang muncul dikarenakan adanya rangsang dari lingkungan. Jika rangsang dan respon dipasangkan atau dikondisikan maka akan membentuk tingkah laku baru terhadap rangsang yang dikondisikan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Respon)

19. KINESTETIK

Kinestetik adalah sebuah istilah yang dipakai di NLP untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan sensasi tubuh. Sistem representasi kinestetik dianggap sebagai satu dari tiga dasar modalitas yang digunakan untuk membangun model-model dari dunia kita. Dalam NLP, istilah kinestetik digunakan untuk melingkupi semua jenis dari perasaan termasuk di dalamnya perasaan sentuhan, sensasi oleh rangsangan dan perasaan dari dalam. (http://nlpintoaction.com/dasar-nlp/kinestetik/)

20. SENTIMEN

Sentimen adalah pendapat atau pandangan yg didasarkan pada perasaan yg berlebih-lebihan terhadap sesuatu (bertentangan dengan pertimbangan pikiran). Terkadang setiap orang akan merasakannya saat berada di lingkungan yang baru. Orang akan merasa sentimen kepada orang lain, budaya yang baru, dan sesuatu yang baru dilihatnya. Sebaiknya, perasaan sentimen harus dihindari oleh setiap orang. (http://www.artikata.com/arti-350304-sentimen.html)

21. MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

22. PSIKIS

Psikis merupakan hal-hal yang berhubungan dengan jiwa. Suatu ilmu yang mempelajari tentang psikis disebut ilmu psikologi.

23. KEPRIBADIAN

Kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.

  1. Kepribadian menurut pengertian sehari-hari

Kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”, kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel”, dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.

  1. Kepribadian menurut psikologi

Berdasarkan penjelasan Gordon Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

24. TIPOLOGI

Tipologi adalah kajian tentang tipe atau jenis. Secara lebih spesifik, kata ini dapat merujuk pada:

  • Tipologi antropologi adalah pembagian budaya menurut suku bangsa.
  • Tipologi arkeologi adalah klasifikasi benda menurut karakteristiknya.
  • Tipologi teologi adalah doktrin atau teori dalam teologi Kristen tentang hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  • Tipologi linguistik adalah kajian dan klasifikasi bahasa menurut fitur strukturalnya.

25. SIFAT

Kata sifat atau adjektiva (bahasa Latin: adjectivum) adalah kelas kata yang mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata. Contoh kata sifat antara lain adalah keras, jauh, dan kaya.

26. BATIN

Sesuatu yg terdapat di dalam hati, sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati). Batin sifatnya tersembunyi, gaib, dan tak terlihat.

27. POTENSI

Potensi merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang atau suatu hal, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Contohnya potensi dalam bidang musik, yaitu kemampuan seseorang dalam bidang musik.

28. PSIKOPAT

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.

29. INTERAKSI

Interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek memengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab akibat.

30. PERASAAN

Kata perasaan memiliki beberapa definisi yang mungkin. Kata ini pertama digunakan dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan sensasi fisik sentuhan melalui pengalaman atau persepsi. Kata ini juga digunakan untuk menjelaskan sensasi fisik jauh dari sentuhan seperti “perasaan kehangatan”.Dalam psikologi kata ini sering diartikan untuk pengalaman subjektif sadar mengenai emosi. Fenomenologi dan heterofenomenologi adalah pendekatan filosofikal yang menyediakan dasar untuk pengetahuan mengenai perasaan. Banyak sekolah psikoterapi yang bergantung pada terapis memperoleh sejenis kesepahaman perasaan klien dimana metodologi berlaku. Beberapa teori hubungan antarpribadi juga memiliki peran dalam perasaan berbagi atau kesepahaman satu sama lain.Persepsi dunia fisik tidak menghasilkan dalam reaksi universal di antara penerimanya (lihat emosi), tetapi bergantung pada keinginan seseorang untuk menangani situasi, bagaimana situasi ini berhubungan dengan pengalaman masa lalu penerima, dan sejumlah faktor lain. Perasaan juga dikenal sebagai keadaan sadar, seperti yang dihasilkan dari emosi, sentimen atau keinginan. Perasaan dapat diartikan berbeda dengan emosi dalam pengerti emosi bersifat universal. Sementara perasaan adalah respon yang dipelajari tentang sebuah keadaan emosi di lingkungan atau kebudayaan tertentu.

31. EKSPRESI

Ekspresi adalah proses menyatakan, pengungkapan atau memperlihatkan perasaan atau gagasan. Ada banyak cara dalam berekspresi, seperti dengan mimik wajah, gerak-gerik anggota tubuh, atau suara yang mengandung arti. Ketika seseorang merasa senang, biasanya ekspresi pertama yang terlihat adalah tersenyum, namun ada juga yang menangis karena perasaan senang yang amat dalam, walaupun sebenarnya menangis adalah ekspresi yang menunjukan seseorang bersedih. Lain lagi dengan ekspresi terkejut yang sering diperlihatkan dengan mimik wajah dan suara secara bersamaan, atau ekspresi marah yang kadang ditandai mata melotot dan bibir mengunci. Selain ekspresi-ekspresi di atas masih ada beberapa ekspresi lainnya seperti, ekspresi kecewa, malu-malu, cemas atau gelisah dan sebagainya. Masing-masing ekspresi memiliki ciri khas tersendiri dalam cara mengungkapkannya.

Dalam psikologi biasanya ekspresi wajah dapat membantu dalam melihat kepribadian seseorang berdasarkan pandangan Hipokrates, seseorang yang termasuk ke dalam kepribadian sanguinis cenderung memiliki ekspresi wajah selalu ceria dan berseri-seri, berbeda dengan kepribadian melankolik yang memiliki air muka yang murung. Selain itu ada juga kepribadian kholerik yang memiliki guratan atau garis wajah lebih tegas, sehingga menghasilkan ekspresi wajah serius dan angkuh. Jenis kepribadian terakhir adalah plegmatik yang memiliki sifat lamban dan sulit dipengaruhi dengan ekspresi wajah yang sangat tenang.

32. INTROVERT

Introvert adalah salah satu jenis kepribadian yang dikemukakan oleh Jung. Seseorang yang berkepribadian introvert cenderung menarik diri dari kontak sosial, minatnya lebih mengarah ke dalam pikiran-pikiran dan pengalaman sendiri. Menurut Jung, pribadi introvert menunjukan libidonya ke dalam, dan tenggelam menyendiri ke dalam diri sendiri, khususnya dalam saat-saat mengalami ketegangan dan tekanan batin. Seorang introvert cenderung merasa mampu dalam upayanya mencukupi diri sendiri.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membuat pribadi introvert lebih bersikap terbuka, salah satunya dengan menciptakan suasana senyaman mungkin dalam berkomunikasi. Dengan begitu seorang introvert dapat menyampaikan perasaannya kepada orang lain tanpa ragu-ragu, sehingga beban pikirannya dapat berkurang dan ia terhindar dari frustasi.

33. EKSTROVERT

Berbeda dengan introvert, ekstrovert adalah kepribadian yang cenderung ke luar. Ia lebih banyak mengarahkan dirinya kepada orang lain daripada kepada dirinya sendiri. Seseorang dengan kepribadian seperti ini biasanya memiliki jiwa sosial yang tinggi. Pribadi ekstrovert lebih banyak berbuat atau bertindak daripada merenung dan berpikir. Karakteristik kepribadian seperti ini biasa disebut ekstraversi. Dalam kehidupan nyata, pribadi ini memiliki banyak teman, ia mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga berpotensi menjadi seseorang yang populer. Seorang ekstrovert lebih senang berbagi cerita atau mendiskusikan masalahnya daripada memikirkannya sendiri.

34. STIMULUS

Secara singkat stimulus dapat diartikan sebagai perangsang, namun dalam Psikologi, stimulus adalah sebarang perubahan dalam energi yang mengenai reseptor dan memacunya untuk bereaksi. Sedangkan stimulus object adalah satu objek atau seorang individu yang berperan sebagai perangsang. Selain dua istilah di atas, masih ada istilah lain tentang stimulus, yaitu stimulus attitude, stimulus bound, stimulus differentiation, stimulus equivalence, stimulus error dan sebagainya. Dalam penelitian eksperimen biasanya peneliti memberikan stimilus pada salah satu variabel untuk diamati reaksinya. Banyak cara dalam memberikan stimulus, seperti dengan memberikan perlakuan khusus atau dengan stimulus pattern. Stimulus pattern adalah susunan yang terorganisasi yang berperan sebagai satu perangsang, contohnya adalah sebuah lagu.

35. Pseudosains

Pseudosains terdiri dari dua kata, yaitu pseudo yang berarti semu dan sains yang berarti ilmu. Dengan begitu dapat disimpulkan Pseudosains adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu bidang yang menyerupai ilmu pengetahuan namun sebenarnya bukan merupakan ilmu pengetahuan. Sesuatu yang menyerupai ilmu pengetahuan ini tidak valid dan memiliki banyak kekurangan, tidak rasional dan cenderung dogmatis. Dengan kata lain adalah ilmu palsu. Ilmu palsu ini bisa bermacam-macam, contoh paling mudah adalah Alkemi.

36. REAKSI

Reaksi adalah respons terhadap suatu rangsangan. Lebih jelasnya, dalam kamus lengkap Psikologi tertulis bahwa, reaksi adalah pemolaan tingkah laku yang menentukan satu sindrom atau tipe kepribadian. Dalam eksperimen, reaksi sangat penting bagi peneliti. Jika reaksi yang diharapkan sudah terlihat, maka peneliti akan mengukurnya secara objektif. Reaction time yaitu tempo minimum antara perangsang dan reaksi menjadi hal penting yang harus diamati. Jika dalam sebuah penelitian dituntut lebih dari satu reaksi terhadap perangsang alternatif, hal ini dinamakan satu eksperimen tempo reaksi pilihan.

Lepas dari definisi reaksi dalam psikologi, sebenarnya banyak contoh reaksi nyata dalam kehidupan kita. Salah satunya adalah ketika seseorang bersikap, sikap tersebut sebenarnya adalah reaksi dari rangsanggan yang ia terima. Contohnya saja hak suara dalam pemilihan umum, itu adalah reaksi dari banyaknya partai yang ada, sehingga ia harus memilih mana partai yang terbaik menurutnya.

37. GARPUTALA

Garputala sebenarnya berasal dari kata garpu penala, yaitu suatu alat dari baja yang berbentuk U dan bertangkai di bagian tengah sebagai pegangan. Jika salah satu ujung diketukkan, akan terjadi getaran harmonis berfrekuensi tetap yang merupakan nada dasar garpu penala tersebut. Garpu penala dipakai untuk memperoleh frekuensi standar, untuk pengkajian nada pada alat musik, dan penelitian pendengaran. Bila dua garputala yang memiliki karakteristik sama diletakkan saling berhadapan, lalu salah satu garputala diketuk dan dibunyikan, maka garputala pasangannya akan berbunyi karena adanya resonansi.

38. NEUROBIOLOGI

Neurobiologi adalah salah satu pendekatan mengenai perilaku manusia. Pendekatan ini menghubungkan perilaku manusia dengan organ tubuh yaitu otak, terutama sistem syaraf yang dipengaruhi oleh gelombang listrik dan reaksi kimia.  Menurut pendekatan ini tingkah laku manusia dikendalikan sepenuhnya oleh sistem syaraf, sehinggga ketika sistem syarafnya mengalami gangguan maka manusia tidak bisa mengolah stimulus yang ia terima dan tidak akan memberikan reaksi sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya ketika seseorang jarang melakukan olahraga maka ia akan kekurangan asupan oksigen dalam otak, hal ini dapat mengakibatkan ia sering mengantuk dan cenderung bersifat malas.

39. KARAKTERISTIK

Karakteristik diambil dari bahasa inggris yakni characteristic, yang artinya mengandung sifat khas.  Dalam kamus lengkap psikologi karya Chaplin, dijelaskan bahwa karakteristik merupakan sinonim dari kata karakter, watak, dan sifat yang memiliki pengertian di antaranya:

  1. Suatu kualitas atau sifat yang tetap terus-menerakteristik us dan kekal yang dapat dijadikan cirri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek, suatu kejadian.
  2. Intergrasi atau sintese dari sifat-sifat individual dalam bentuk suatu untas atau kesatuan.
  3. Kepribadian seeorang, dipertimbangkan dari titik pandangan etis atau moral.

Jadi di antara pengertian-pengertian di atas sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Chaplin, dapat disimpulkan bahwa karakteristik itu adalah suatu sifat yang khas, yang melekat pada seseorang atau suatu objek. Misalnya karakteristik tafsir artinya suatu sifat yang khas yang terdapat dalam literature tafsir, seperti sistematika penulisan, sumber penafsiran, metode, corak penafsiran dan lain sebainya.

40. Sikap

Dalam psikologi sikap dan perilaku sangat berbeda. Perilaku adalah tingkah laku yang sudah tampak, terlihat dan dapat dinilai oleh orang lain. Sedangkan sikap adalah perilaku yang belum tampak, biasanya dalam bentuk perasaan. Contohnya sikap tidak suka terhadap orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s